Mensiasati Pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus dalam Seting Inklusif. Pengabdian Dosen PLB FIP UNP

Beberapa penelitian mengemukakan bahwa hampir di setiap sekolah reguler terdapat anak berkebutuhan khusus. Anak berkesulitan belajar, anak lamban belajar dan anak dengan gangguan emosi dan perilaku adalah jenis anak berkebutuhan khusus yang sering ditemukan di sekolah reguler. Keberadaan ini sering menjadi keluhan bagi guru di kelas, karena kurang berkompeten dalam mensiasati pembelejaran bagi mereka. Ditambah dengan sistem pendidikan inklusif yang sudah diterapkan di kebanyakan sekolah di sumatera barat, ditunjang juga dengan sistem penerimaan siswa baru berdasarkan rayon yang sangat memungkinkan anak berkebutuhan khusus untuk bersekolah di sekolah terdekat dengan tempat tinggalnya. Kehadran mereka di sekolah umum harus diakomodasi oleh sekolah dalam rangka mewujudkan visi pendidikan dan kehidupan yang inklusif.

Pada tiga Sekolah Dasar di kenagarian Koto Tangah Simalanggang, lebih dari 20 siswa berkebutuhan khusus dari ketiga jenis hambatan diatas sudah teridentifikasi dan sudah dilakukan asesmen untuk memastikan kebutuhan, potensi dan hambatannya dalam pembelajaran di kelas. Pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah  tersebut disamakan dengan anak pada umumnya, sehingga memuncculkan sebuah permasalahan dan tantangan baru bagi guru kelas. Pertama, pembelajaran jadi tidak kondusif, karena anak-anak berkebutuhan khusus cukup menyita perhatian dan tenaga guru. Kedua, materi pembelajaran yang disampaikan tidak terkuasai oleh anak sepenuhnya, hal ini berpengaruh pada prestasi belajar anak dan menjadi beresiko membuat anak tinggal kelas.

Berdasarkan kondisi diatas, tim dari jurusan PLB FIP UNP melaksanakan kegiatan pengabdian Program Kemitraan Masyarakat terhadap guru-guru sekolah dasar di kenagarian Koto Tangah Simalanggang, Kec. Payakumbuh, Kab. Lim Puluh Kota. Judul dari kegiatan ini “PKM Bagi Guru-guru Sekolah Dasar dalam Seting Inklusif di Kenagarian Koto Tangah Simalanggang, Kec. Payakumbuh, Kab. Lima Puluh Kota”, yang dilaksanakan selama enam hari kegiatan, tanggal 29 dan 30 September, 1,2,3,4 Oktober 2018. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 orang  guru-guru dari Sekolah Dasar 01, 02 dan 03 di Kenagarian Koto Tangah Simalanggang, empat orang narasumber, dan empat orang mahasiswa. Kegiatan ini dibuka oleh ketua tim pengabdian, Arisul Mahdi, M.Pd. Pada hari pertama kegiatan berupa penyampaian materi : pertama, strategi pembelajaran anak dengan hambatan perilaku dan emosi dalam seting inklusif. Kedua, strategi pembelajaran bagi anak berkesulitan belajar dalam seting inklusif. Ketiga, strategi pembelajaran bagi anak lamban belajar dalam seting inklusif. Keempat, layanan kompensatoris bagi anak berkebutuhan khusus. Narasumber pada kegitan ini adalah Rila Muspita, M.Pd, Safaruddin, M.Pd, Elsa Efrina, M.Pd, Arisul Mahdi, M.Pd. pada hari kedua, kegiatan pelatihan penyusunan RPP dalam seting inklusif. Hari ketiga, penyusunan media pembelajaran, hari keempat, kelima dan keenam praktik pemblejaran dalam seting inklusif di kelas masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *