Pengabdian Dosen PLB FIP UNP : Meningkatkan Kompetensi Guru SLB di Kota Padang tentang Asesmen Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Salah satu isu yang dikemukakan oleh dunia dalam Sustainable Development Goals adalah mengenai kualitas pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan yang ditujukan diberlakukan untuk semua anak tanpa terkecuali, termasuk pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dalam berbagai seting. Pada implementasi pencapaian tujuan, kualitas pendidikan mencakup banyak aspek, namun aspek utama berkaitan dengan pembelajaran.

Isu ini ditanggapi dengan baik oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa, dengan mengeluarkan kebijakan mengenai keharusan pelaksanaan asesmen bagi anak berkebutuhan khusus sebagai dasar pertimbangan untuk pelaksanaan pembelajaran bagi anak tersebut. Direktorat PSLB pun sudah merancang instrumen asesmen, dan mengadakan sosialisasi kepada guru-guru SLB dan juga sudah membuat buku panduan mengenai pelaksanaan asesmen bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa.

Namun, ada permasalahan yang muncul dari kebijakan tersebut, 1) terbatasnya kompetensi guru dalam memahami dan melaksanakan Asesmen di sekolah masing-masing, 2) instrumen asesmen yang dirancang oleh direktorat perlu disesuaikan dengan konteks anak berkebutuhan khusus yang akan diajarkan. 3) asesmen berbasis akademik perlu disederhanakan dalam bentuk tiga poin akademik, yaitu membaca, menulis dan berhitung. Ketiga permasalahan ini terwujud dalam kebingungan guru dan tidak terlaksananya asesmen bagi anak berkebutuhan khusus dengan baik di sekolah-sekolah luar biasa.

Permasalahan tersebut menarik perhatian dosen dari jurusan PLB FIP UNP untuk segera diatasi, karena khawatir akan berlarut-larut dan tidak adanya peningkatan kapasitas pembelajran bagi anak berkebutuhan khusus dan tidak adanya peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran bagi  anak berekbutuhan khusus. Tim dosen PLB FIP UNP yang terdiri dari Dr. Marlina, S.Pd., M.Si, Arisul Mahdi, M.Pd, dan Safarudin, M.Pd menggagas ide untuk melaksanakan kegiatan pengabdian dengan Program Kemitraan Masyarakat bagi kelompok guru slb di kota padang. Maksud dari kegiatan ini adalah untuk menanamkan konsep asesmen, membuat instrumen asesmen berbasis akademik, dan keterampilan dalam melaksanakan asesmen bagi anak berkebutuhan khusus.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama empat hari, yaitu tanggal 13, 14, 20 dan 21 Oktober 2018. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 orang guru yang mewakili dari SLB se Kota Padang, tiga orang tim pengabdian, dua orang pemateri dan lima orang mahasiswa jurusan PLB FIP UNP. Kegiatan pada hari pertama dimulai dari jam 08.00 diawali dengan serangkaian kegiatan pembukaan, yang secara resmi dibuka oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SLB Sumatera Barat, Mul Mulyadi, S.Pd. dilanjutkan dengan pemberian materi dan diskusi oleh pemateri dan tim asesmen dari Jurusan PLB FIP UNP. Materi pertama mengenai Identifikasi bagi Anak Berkebutuhan Khusus oleh Grahita Kusumastuti, M.Pd. Materi selanjutnya,  tentang konsep asesmen, asesmen perkembangan, asesmen berbasis akademik yang disampaikan oleh Tim Asesmen dari Jurusan PLB FIP UNP. Hari kedua penyusunan instrumen asesmen dan modifikasi kurikulum berdasarkan hasil asesmen oleh Tim Asesmen dari Jurusan PLB FIP UNP. Hari ketiga dan keempat, praktek pelaksanaan asesmen bagi anak berkebutuhan khusus.

Diakhir kegiatan, ditutup oleh Ketua MKKS SLB Sumbar, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan ini dalam rangka memperkaya kompetensi guru dalam menunjang keberhasilan pembelajaran terhadap anak berkebutuhan khusus. Hasil dari kegiatan ini pun dibuatkan laporan sebagai bahan masukan untuk dinas pendidikan provinsi sumbar dalam mengambil kebijakan untuk menyebarluaskan ilmu tentang asesmen bagi anak berkebutuhan khusus di SLB se sumatera Barat.

Penulis, Arisul Mahdi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *